Selasa, 12 November 2013

Redirection Pada Linux


Lazimnya perintah linux diketikkan menggunakan keyboard dan outputnya ditampilkan di layar monitor. Pesan kesalahan juga akan ditampilkan di layar monitor. Keyboard merupakan piranti input. Sedangkan layar moniotor adalah merupakan piranti output. Lalu bagaimana dengan pesan pesan kesalahan?
Walaupun pesan kesalahan umumnya ditampilkan ke layar monitor tapi ia tidak bisa dikategorikan sebagai piranti output. Berbagai kesalahan saat menjalankan suatu perintah akan ditangani oleh piranti lain yang disebut piranti error. Jadi di linux ada tiga buah piranti standar, yaitu:
Standar Input
Berbagai jenis piranti untuk input atau memasukkan dari suatu proses. Yang menjadi standar piranti input adalah keyboard. Angka 0 (file descriptor 0) merupakan kode bagi piranti output.
Standar Output
Berbagai jenis piranti untuk output atau keluaran hasil suatu proses. Yang menjadi piranti standar output adalah konsol atau layar monitor. Standar output diberi kode 1 (file descriptor 1).
Standar Error
Piranti yang berfungsi untuk menangkap error atau kesalahan suatu proses dan menampilkan pesan-pesan kesalahan ke piranti output. Piranti standar error tidak dapat digambarkan secara fisik. Standar error diberi kode 2 (file descriptor 2).
Mengalihkan input
Lazimnya piranti input adalah keyboard. Piranti input dapat dialihkan menggunakan symbol <. Pengalihan input agak jarang dilakukan. Perhatikan contoh-contoh berikut:
Cat < coba.txt
Mail
iwan@linuxmail.org < surat.txt
pada contoh diatas, input yang semestinya berasal dari keyboard dialihkan dari file yang sudah ada di harddisk. Sehingga kedua perintah di atas akan “mengambil” informasi langsung dari file (bukan dari keyboard).
Mengalihkan output
Output perintah lazimnya ditampilkan ke layar monitor. Kita bisa mengalihkan ke sebuah file. Perhatikan contoh berikut:
Is-1 > output.txt
Whoami > namaku.txt

Perintah tadi akan mengalihkan output is -1, yang seharusnya ditampilkan ke layar monitor, ke sebuah file bernama output.txt. dengan kata lain perintah di atas akan menyimpan hasil tampilan is -1 ke file output.txt. hal yang sama akan berlaku untuk perintah whoaim diatas.
Kita juga boleh menggunakan symbol >> sebagai berikut:
Is -1 >> output.txt
Kita bahkan dapat mengcopy isi file ke file lalu menggunakan symbol > atau >>. Perhatikan contoh pemakaian perintah berikut:
Cat coba.txt > coba1.txt
Atau
Cat coba.txt >> coba1.txt
Mengcopy isi dua buah file sekaligus ke file baru bernama gabung.txt. dapat dilakukan dengan perintah berikut:
Cat coba.txt coba1.txt >> gabung.txt

Mengalihkan pesan kesalahan
Coba ketikkan pesan berikut:
Iwan
Bash iwan : command not found

Pesan kesalahan muncul dilayar monitor. Piranti error dapat menangkap kesalahan pengetikkan perintah dan menampilkan pesan kesalahan di layar. Memang di linux tidak ada perintah bernama iwan. Sekarang coba alihkan kesalahan dari layar monitor ke file error.txt
Iwan > error.txt
Bash : iwan : command not found
Lihatlah isi file error.txt  apakah pesan kesalahan telah tersimpan di dalam file tersebut? Gunakan perintah cat.
cat error.txt
file error.txt tidak berisi apapun. Ini membuktikan jika pesan kesalahan tidak dapat disimpan atau dialihkan dengan cara tersebut.
Disinilah letak perbedaan pirnati standar output dengan piranti standar error. Untuk mengalihkan pesan-pesan kesalahan harus dicantumkan kode file descriptornya yaitu 2. Ulangi lagi pemakaian perintah menjadi sebagai berikut:
Iwan 2 > error.txt



Sumber referensi:
Sofana Iwan, Mudah Belajar Linux , Informatika.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar