Rabu, 20 November 2013

Modularisasi



Apa Sih Modularisasi itu?
M
odularisasi adalah proses penguraian sistem menjadi modul-modul yang dapat dioperasikan secara independen. Beberapa industri menggunakan teknik penguraian fungsi yang secara bersama-sama mencapai sasaran yang lebih besar. Komponen mobil, televisi, pesawat terbang, rumah, dan antarmuka (interface) di antara komponen-komponennya telah di definisikan dan direkayasa dengan begitu baik, sehingga dapat dibuat oleh berbagai perusahaan atau divisi yang berbeda dan dapat di rakitsecara efisien menjadi unit yang dapatdikerjakan. Selanjutnya produk jadi ini dapat dipelihara dan diperbaiki dengan mudah.

Apa Aja Sih Fungsi Modularisasi Itu?
Modularisasi berfungsi sebagai rangkaian yang mengaitkan semua produk di atas karena semua produk tersebut terbentuk dari modul-modul standar yang secara bersama-sama digunakan untuk membentuk kesatuan yang utuh. Teknik modularisasi ini juga dapat diterapkan untuk membangun sistem informasi. Setiap modul menjadi suatu kelompok fungsi sistem atau sandi perangkat lunak (software code) yang terpadu, yang mempunyai nama yang unik untuk menyatakan masing-masing unit.
Keuntungan lain dapat diperoleh dengan cara menguraikan modul-modul berulang kali sampai setiap modul berisi satu fungsi yang terdefinisi dengan baik. Sasarannya adalah untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan penyederhanaan, dan memudahkan pemeliharaan.
Beberapa pendapat mengatakan bahwa penggandaan ukuran sistem dapat mengakibatkan tenaga dan waktu yang dibutuhkan untuk menanganinya menjadi berlipat ganda. Sebenarnya, kompleksitas berkembang jauh lebih cepat daripada ukuran. Sebagai contoh, program 500 baris jauh lebih kompleks dan sulit dipelihara dibandingkan dengan 10 modul 50 baris.
Modularisasi sebenarnya adalah teknik dasar dari pendekatan terstruktur. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh bila kita menggunakannya. Manfaat pendekatan terstruktur tersebut sangat tergantung pada modularisasi. Manfaat tersebut adalah:
v Sistem keseluruhan atau program perangkat lunak dibuat lebih sederhana karena dapat dipahami, dirancang, disandi, diuji, didebug, dan diubah permodul.
v Kesalahan dapat dikurangi, karena orang mengerjakan bagian sistem yang sederhana dan mudah dipahami, dan bukan mengerjakan struktur yang kompleks.
v Dimungkinkan melakukan estimasi biaya secara lebih akurat.
v Pengujian dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena perangkat lunak diuji per modul dan kesalahan dapat dipisahkan dengan mudah.
v Tingkat penggantian anggota tim proyek tidak terlalu mempengaruhi proyek bersangkutan, karena bukan hanya satu orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan proyek.
v Usaha optimasi dapat diterapkan pada bidang kritis, hal ini akan meningkatkan efisiensi keseluruhan.
v Modul tertentu yang menjalankan fungsi umum dapat digunakan oleh proyek lain, dengan demikian hal ini dapat mengurangi biaya pengembangan dalam jumlah besar.
Sumber:
D. Suryadi H.S Bunawan, Pengantar Metodologi Pengembangan Sistem Informasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar