Selasa, 12 November 2013

File System Linux



File merupakan unit satuan terkecil yang dapat disimpan, dibaca, dimodifikasi dan dipahami oleh sistem operasi. File-file disimpan pada lokasi tertentu yang disebut direktori. Direktori sebenarnya merupakan sebuah file khusus yang menyimpan informasi daftar file yang berada didalamnya. Jika file diibaratkan dokumen maka direktori adalah laci lemari tempat menyimpan dokumen tersebut.
Setiap sistem operasi menggunakan teknik tertentu dalam mengelola file-filenya.  Pengaturan file-file dan direktori inilah yang disebut file system. Semakin canggih sistem operasinya akan semakin kompleks juga file sistem yang digunakan.
Untuk membedakannya dengan yang lain maka file system linux diberi nama ext2 atau ext3. Struktur file system linux dapat dianalogikan seperti pohon terbalik. Dimana bagian “akar” atau “root” berada di puncak dan “cabang-cabang” atau “branches” berada di bawah. Direktori puncak (root) disimbolkan dengan “/”.
Sebuah parent directory (direktori diatas) dapat memiliki beberapa direktori di bawahnya (disebut sub direktori atau child directory). Namun sebuah sub directory / child directory hanya memiliki sebuah parent directory.

Penentuan lokasi direktori
Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menentukan lokasi suatu direktori, yaitu absolute dan relative. Lokasi suatu direktori disebut path direktori atau path saja. Penentuan lokasi direktori secara absolute mengharuskan kita menuliskan path dengan lengkap. Path harus ditulis mulai dari direktori puncak atau root direktori (/). Jika saat ini berada dalam sebuah direktori, ketikkan saja perintah pwd dan perhatikan outputnya. Seperti inilah penulisan path secara absolute.
Pwd
/home/siswa

Jika direktori bernama tmp berada tepat dibawah direktori data ini maka untuk pindah ke tmp harus mengetikkan perintah”
Cd/home/siswa/tmp

Untuk meng-copy file bernama /bin/is ke direktori tmp perintahnya menjadi:
Cp/bin/is/home/siswa/tmp

Untuk pindah ke direktori yang berada tepat satu tingkat diatas gunakan perintah:
Cd/home/siswa

Perhatikan contoh penentuan path secara absolute di atas. Meskipun tampak sederhana dalam prakteknya sering kali membingungkan. Terutama bagi mereka yang belum pernah menggunakan sistem operasi mode teks (missal DOS).

Sumber referensi:
Sofana Iwan, Mudah Belajar Linux , Informatika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar