Selasa, 19 November 2013

Peran dan Jenis Perangkat Pemodelan


Analisis dan rancangan sangat bergantung pada model sistem. Perangkat pemodelan digunakan untuk mengembangkan model dari sistem yang telah ada atau yang baru direncanakan.
Peran Perangkat Pemodelan
Secara khusus perangkat pemodelan mempunyai tiga peran dalam pengembangan sistem:
v  Komunikasi
v  Eksperimentasi
v  Prediksi
Komunikasi
Perangkat pemodelan membantu menyusun konsep yang sering kali abstrak dan kebutuhan pemakai yang sulit  di definisikan yang muncul pada tahap SDLC. Salah satu alas an utama pembuatan model adalah memudahkan komunikasi dengan pemakai. Keterlibatan pemakai di seluruh tahap analisis sistem dan rancangan sistem general meningkatkan pemahaman para anggota tim proyek terhadap sistem tersebut dan kemudian pemahaman itu dapat diumbanbalikkan kepada pemakai untuk konfirmasi. Dengan cara ini, kesalahpahaman dapat dikoreksi dengan cepat tanpa mempengaruhi batas waktu.
Eksperimentasi
Aspek pengembangan sistem biasanya bersifat coba dan ralat (trial and error) melalui iterasi. Model memungkinkan kita untuk mengetahui bagaimana suatu sistem dapat bekerja ketika kita berusaha untuk mendapatkan rancangan optimal dari sistem itu. Perangkat ini memberikan model konseptual dari suatu sistem sebelum dimulainya rancangan fungsional  dan implementasi. Rancangan konseptual dapat disusun dalam bentuk yang mudah dipahami oleh pemakai akhir. Kesalahan rancangan yang mungkin terlihat oleh professional sistem dapat diketahui dan dikoreksi oleh pemakai yang lebih mengenal bidang bisnis tempat sistem tersebut diterapkan. Model tersebut memungkinkan pemakai untuk memahami dan mengevaluasi sistem pada awal proses pengembangan. Biasanya model menjalani tiga kali iterasi atau lebih kalau peserta belum puas dengan hasil akhirnya.

Prediksi
Model meramalkan bagaimana suatu sistem akan bekerja. Model yang telah menjadi pilihan akhir untuk implementasi akan berupa gambaran lengkap dan koheran pada kertas atau layar video yang memberikan gambaran wujud sistem tersebut dan gambaran cara kerjanya. Untuk mencapai tujuan manajemen puncak, professional sistem perlu mengembangkan sistem informasi yang lebih kompleks daripada sistem tradisional. Apabila sistem baru tersebut menjadi tulang punggung strategi bersaing perusahaan maka professional sistem akan mempunyai posisi yang menonjol bermodel unutk memprediksi cara kerja sistem sebelum terjadinya pengeluaran yang tinggi untuk mengimplementasikan sistem sistem bersangkutan akan dapat membantu professional sistem untuk mengurangi resiko dan meningkatkan peluang keberhasilan.



Sumber:
D. Suryadi H.S Bunawan, Pengantar Metodologi Pengembangan Sistem Informasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar