Selasa, 21 Mei 2013

Metode Ilmiah



·        Pengertian
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”
Metode ilmiah dalam meneliti mempunyai kriteria serta langkah-langkah tertentu dalam Metode ilmiah bekerja.
·        Tujuan Metode Ilmiah
Tujuan metode ilmiah yaitu:
1.      Mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
2.      Merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
3.      Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

·        Langkah-Langkah Metode Ilmiah

1.      Masalah
Berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoretis, sebagai suatu aktivitas pendahuluan. Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan.

2.      Rumusan masalah
Masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan.

3.      Pengajuan hipotesis
Masalah yang dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoretis dan mengkaji hasil-hasil penelitian sebelumnya.

4.      Metode/strategi pendekatan penelitian
Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai.

5.      Menyusun instrumen penelitian
Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian.

6.      Mengumpulkan dan menganalisis data
Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara kualitatif.

7.      Simpulan
Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.


Sumber:

Jumat, 26 April 2013

Jaringan Komunikasi Data



Tipe jaringan komuniasi data
1.      Switch network
Data di transfer dari sumber ke tujuan menggunakan node sharing.
2.      Circuit switched network
Arah komunikasi diwujudkan anatara dua stasiun menurut jaringan node.
3.      Packet switched network
Data dikirim dalam bentuk paket atau potongan kecil dan dikirim dalam bentuk tahapan proses pengiriman data.
4.      Broadcast network
Akan terdapat transmitter dan receiver yang berkomunikasi melalui medium yang disebarkan oleh stasiun stasiun.
5.      Packet radio network
Stasiun berada di dalam range transmisi satu sama lain yang menyiarkan langsung ke stasiun satu sama lainnya.
6.      Satellite network
Data tidak di transfer langsung dari transmitter atau receiver tetapi di relay melalui satellite.
7.      Local network
Bentuk biasa dari broadcast yaitu lan dan man.

Istilah dalam jaringan data
1.      Stasiun
Kumpulan device yang akan berkomunikasi. Tiap stasiun menghubungkan pada setiap node.
2.      Entity
Sesuatu yang dapat mengirim dan menerima data.
3.      Protocol
4.      Aturan yang dapat dibentuk pada proses pertukaran data antara dua entity. Protocol dapat dipakai sebagai media komunikasi untuk beberapa entity yang berbeda.

Elemen kunci pertukaran data
1.      Syntax
Format data dan level signal.
2.      Semantics
Control informasi untuk koordinasi mengatasi error.
3.      Timing
Kecepatan pencocokan dan pengalihan data.

Sumber:
Arsip pribadi (catatan jaringan komputer)

Jaringan Komputer




Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih computer serta perangkat pendukung lainnya yang saling terhubung.
Manfaat jaringan komputer:
1.      Dapat di gunakan untuk aspek komunikasi (pertukaran data dan informasi)
Contoh:  email dan chatting.
2.      Berbagi sumber daya (sharing resource)
Contoh: menggunakan printer secara bersama.
3.      Sentralisasi administrasi (centralized administration) pengelolaan seluruh sistem terpusat pada satu tempat.
Contoh : server.
4.      Sentralisasi security (centralized security) pembagian pemrosesan data dapat dibagi kepada masing-masing client.
5.      Integrasi data
Melalui jaringan computer, pembagian beban pemrosesan data bisa dibagi sesuai kemampuan client.
6.      Kerjasama
Memungkinkan kolaborasi dari banyak orang sehingga cakupannya menjadi luas.
7.      Efisiensi biaya
Kita bisa mengurangi kebutuhan hardware, software, dan juga brainware.
8.      Efisiensi waktu
Kita bisa mengurangi waktu dalam proses pertukaran data.

Klasifikasi jaringan computer berdasarkan cakupan areanya dibagi menjadi:
1.      PAN (Personal Area Network)
Jaringan computer pribadi yang cakupannya mencapai 6-9m.
2.      LAN (Local Area Network)
Jaringan local yang cakupannya mencapai 10-300m.
3.      CAN (Campus Area Network)
Cakupannya lebih dari satu kompleks. Network ini menghubungkan 2 hingga lebih LAN.
4.      MAN (Metropolitan Area Network)
Cakupannya mencapai 50Km. dimana MAN ini menghubungkan LAN dan CAN.
5.      WAN (World Area Network)
Jaringan ini meliputi area yang sangat luas.
6.      GAN (Global Area Network)
Jangkauannya sama seperti WAN, namun GAN ini dapat menggunakan wireless.
Wireless network adalah network yang media penghubungnya adalah media wireless dimana komponen pembentuk jaringan tersebut saling terhubung meski tanpa menggunakan kabel.
Berdasarkan media yang digunakan wireless network dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Wired network            :           menghubungkan media kabel, seperti fiber optic dan juga tembaga.
2.      Wireless network        :           menggunakan media cahaya seperti infra red.

Sumber:
Arsip pribadi (catatan jaringan komputer)