Sabtu, 07 Mei 2011

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN
KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu 
sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut 
mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus 
memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan 
menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti 
ketidakadilan. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang mencantukan dinamika masyarakat. 


Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan yang sama.

KEADILAN SOSIAL
Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila, berbunyi : "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia." Dalam dokumen lainnya Pancasila diusulkan oleh Bung Karno adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip "tidak ada kerniskinan di dalam Indonesia merdeka". Dan usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni : 
1)          perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
ke gotongroyongan.

2)          Sikap adil terhadap sesama, menjaaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghormati hak-hak orang lain.

3)          sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4)          sikap suka bekerja keras
5)          sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama

Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalarn kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan / ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari
imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain. 

BERBAGAI MACAM KEADILAN
1.      Keadilan legal atau keadilan moral
2.      Keadilan distributive
3.      Keadilan komutatif

KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya 
apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu 
adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari 
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan 
perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena 
itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. 

Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah 
terlahir dalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongannya disaksikan orang lain. 
Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang 
keadilan mununtut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberaniaan dan ketentraman hati
serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti. Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempuma, apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walaupun dustamu dapat menguntungkanmu. 

KECURANGAN

Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atad tidak jujur, dan sama pula 
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur. 
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan 
yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya 
dan senang bila masyarakat di sekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi mengumpulkan harta denganjalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi Tuhan.


PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika is menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya. 
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu : 

a)      manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral 
b)      ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang hams dipatuhi manusia untuk mewujudkan 
dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut. 


Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. 

PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. reaksi itu dapat berupa perbuatan yang setimpa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa 'Khan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikan pun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. 


Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan makhuk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah pebuatan yang melanggar atau mempeikosa hak dan kewajiban manusia lain.

Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu.
Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.
 sumber :

MANUSIA DAN HARAPAN

Harapan
Harapan adalah sesuatu yang diinginkan oleh manusia, atau dimiliki dengan segenap jiwa dan keyakinan agar sesuatu terjadi. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mewujudkannya diperlukan usaha dan doa yang sungguh-sunguh. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :  keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya Ilmu Budaya Dasar    Halaman 1 dari 3 dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau  meningkat. Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga  dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat  dan dorongan kebutuhan hidup. Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan  hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :
1. kelangsugnan hidup
2. keamanan
3.  hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita
Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah  hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran,  sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati-hati  agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya. Dr Yuyun suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga  teori tentang kebenaran :
1.      teori koherensi;
suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan Ilmu Budaya Dasar    Halaman 2 dari 3 sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.
2.      teori korespondensi’
teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung  penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.
3.      teori pragmatis’
Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.      Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.
3.      Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.
4.      Kepercayaan Kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.

SUMBER:

Selasa, 29 Maret 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Manusia dan Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang tanpa pamrih.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya. Dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata. 
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKJPX6EiSwuUywdljZyDvNQPiX0mrgnZ1ZNUYUGM7BSlHcdQqhgQRRTI_eyLfi3lv_9ghRQfsNtsx1R_GmMpcQcE1b6gjo7vXnC0ThrG8WBE4FLyFasg0EsNCk9eVYsO-k_bKQTFG1_6bF/s320/19337_1305102954193_1429089956_30871938_582366_n.jpg
Cinta kasih itu sendiri terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :
·        Cinta kepada Tuhan YME
Tuhan Yang Maha Agung, Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alam. DIA lah yang telah menciptakan manusia dari tanah. DIA yang telah memberikan kita semua kehidupan yang layak dan lain sebagainya. Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya tanpa terkecuali. Tuhan senantiasa menolong umatnya, dan Tuhan pun selalu mencintai kita. Dan semestinya itupun yang harus kita lakukan. Semestinya kita selalu mencintai Tuhan semesta alam. Bukan hanya pada saat kita mendapat musibah, maka kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Mudah saja untuk kita menunjukkan cinta kasih kita kepada sang Khalik, dengan cara senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

·        Cinta kepada orang tua
Orang tua dalah orang yang paling dekat dengan kita. Orang tua terutama ibu, merupakan perantara sehingga lahirlah manusia-manusia baru. Ada peribahasa yang mengatakan “kasih sayang ibu sepanjang jalan. Kasih sayang anak sepanjang galah.” Ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang seorang ibu terhadap anak. Dan kita sebagi anak hendaknya bias membuktikkan betapa besar pula cinta kasih kita untuk kedua orang tua. Dengan cara senantiasa patuh terhadap orang tua. Sebagai contoh, kita sebagai pelajar belajar semaksimal mungkin supaya mendapatkan prestasi yang membanggakan demi orang tua tersayang.

·        Cinta kepada sesama
Maksud dari cinta kepada sesama disini adalah cinta kasih kita kepada saudara, kepada kerabat, kepada sahabat dan juga kepada lawan jenis kita. Cinta merupakan hal yang universal dimana tidak ada satu orang pun yang bisa melarang seseorang untuk mencintai orang lain. Manusai merupakan makhluk social yang mana manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Dan oleh karena itu kita membutuhkan bantuan orang lain. yang mana dengan sendirinya kita pun akan mencintai saudara, kerabat, teman dan lawan jenis kita. Dan ini merupakan suatu hal yang lumrah.
Cinta kepada lawan jenis itu sendiri juga merupakan sesuatu yang tidak bisa kita tolak keberadaannya. Tuhan pun menciptkan kita berpasang-pasangan. Namun terkadang percintaan remaja masa kini sudah merupakan percintaan yang tidak sehat. Banyak diantara mereka yang sudah melakukan hubungan seksual yang semestinya belum mereka lakukan. Saya pun sebagai remaja merasa miris melihat romantika cinta remaja masa kini. Semestinya kita bisa membentengi diri dengan iman yang kuat sehingga kita tidak terjerumus ke percintaan yang tidak sehat. Dan orang tua semestinya lebih memproteksi anak-anak mereka dengan pendidikan agama yang kuat dan dengan pendidikan norma dan moral yang kuat. Sehingga anak mereka pun tidak terjerumus ke dalam percintaan yang kotor.
Cinta kepada lawan jenis memiliki dampak yang positif. Misalnya sebagai seorang pelajar yang sedang bermetamorfosis menjadi dewasa,tentu mereka merasakan cinta kepada lawan jenis. Dan ini memiliki dampak positif seperti bisa menjadi pemacu atau peneyemangat untuk lebih giat belajar. Motivasi kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Namun ada pula dampak negatifnya, seperti tidak bisa mengendalikan diri. Seperti sering berkomunikasi lewat telepon hingga berjam-jam atau smsan hingga lupa belajar.
Menurut saya, dampak buruk atau negatifnya itu tergantung kepribadian kita masing-masing. Apabila kita memiliki benteng iman yang kuat, Insya Allah kita akan bisa meminimalisir dampak buruk dan dampak baik dari percintaan terhadap lawan jenis.
Demikian artikel ini saya buat. Semoga bermanfat untuk kita semua.

Sumber:

Sabtu, 19 Februari 2011

BUDAYA SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA



Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan selalu merujuk pada sederetan sistem pengetahuan yang dimiliki bersama, perangai - perangai, kebiasaan - kebiasaan, nilai - nilai, peraturan - peraturan, dan simbol - simbol yang berkaitan dengan tujuan seluruh anggota masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Dipandang dari wujudnya, menurut Koentjaraningrat, kebudayaan memiliki ide, bentuk dan perilaku. Sedangkan dikaji dari segi unsur, kebudayaan memiliki 7 unsur pokok yaitu sistem kepercayaan, bahasa, sistem ekonomi, sistem sosial, ilmu pengetahuan, teknologi dan sni. Secara sederhana bahwa kebudayaan adalah nilai - nilai dan gagasan vital yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Seni adalah ekspresi dari jiwa manusia yang diwujudkan dalam karya seni. Pernyataan ini mengisyaratkan terjadinya kreatifitas dalam hal olah imajinasi dan olah rupa, gerak, suara, cahaya, bau dan sebagainya. Penciptaan seni terjadi oleh adanya proses cipta, karsa dan rasa. Penciptaan di bidang seni mengandung pengertiaan yang terpandu antara kreatifitas, penemuan dan inovasi yang sangat dipengaruhi oleh rasa. Namun demikian, logika dan daya nalar mengimbangi rasa dari waktu ke waktu dalam kadar yang cukup tinggi. Rasa muncul karena dorongan kehendak naluri yang disebut karsa. Karsa dapat bersifat individu atau kolektif, tergantung dari lingkungan serta budaya masyarakat.
Indonesia memiliki banyak sekali ragam budaya. Seperti, lagu yang dimiliki tiap – tiap daerah, batik tiap – tiap daerah yang tentunya ini menjadi ciri khas Indonesia yang sempat direbut negara tetangga, ada juga tarian tradisonal Indonesia.
Pada artikel ini, saya akan membahas tentang ragam tari tradisional yang ada di Indonesia khususnya di pulau jawa. Indonesia terdiri dari beberapa pulau, yang tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda pula.
Dengan berkembangnya zaman, tari tradisional jawa pun kini disukai warga negara asing. Tak jarang mereka ikut menarikan tarian jawa. Bahkan sekarang tarian jawa pun sudah di kenal di mancanegara. Ini membuktikan betapa indahnya seni tari di Indonesia.
Pulau jawa memiliki banyak sekali tarian tradisional. Diantaranya, tari bedhoyo ketawang dan tari srimpi. Hampir semua penari memakai pakaian batik yang sangat indah dan juga memakai perhiasan di kepala yang luar biasa indah dan menarik. Tari bedhoyo sendiri di pertunjukkan oleh sembilan orang wanita, dan hanya sekali setahun pada upacara peringatan penobatan raja. Merupakan tarian di istana yang sakral di kraton Solo. Dan terkenal sejak awal abad ke -17.
Pencipta tarian Bedhoyo Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) raja pertama terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut selatan yang juga disebut Kanjeng Ratu Kidul. Sebelum tari ini diciptakan, terlebih dahulu Sultan Agung memerintahkan para pakar gamelan untuk menciptakan sebuah gendhing yang bernama Ketawang. Konon penciptaan gendhingpun menjadi sempurna setelah Sunan Kalijaga ikut menyusunnya. Tarian Bedhoyo Ketawang tidak hanya dipertunjukan pada saat penobatan raja yang baru tetapi juga pertunjukan setiap tahun sekali bertepatan dengan hari penobatan raja atau "Tingalan Dalem Jumenengan"
Bedhoyo Ketawang tetap dipertunjukkan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwana ke-XII (sekarang), hanya saja sudah terjadi pergeseran nilai filosofinya. Pertunjukan Bedhoyo Ketawang sekarang telah mengalami perubahan pada berbagai aspek, walapun bentuk tatanan pertunjukannya masih mengacu pada tradisi ritual masa lampau. Namun nilainya telah bergeser menjadi sebuah warisan budaya yang nilai seninya dianggap patut untuk dilestarikan. Busana tari bedhoyo ketawang menggunakan Dodot Ageng dengan motif banguntulak yang menjadikan penarinya terlihat anggun.
Bedhoyo merupakan tarian yang terdiri dari sembilan orang wanita. Komposisi ini memiliki cerita sendiri yang sangat simbolik dan tidak menggunakan dialog. Gerakannya sangat halus dan lembut. Komposisi sembilan memiliki nama sendiri – sendiri, yaitu batak, jangga, dada, buncit, apit ngajeng, apit wingking, endel pojok, endel weton ngajeng, endel wetong wingking.
Tarian Serimpi merupakan tarian bernuansa mistik yang berasal dari Yogyakarta. Tarian ini diiringi oleh gamelan Jawa. Tarian ini dimainkan oleh dua orang penari wanita. Gerakan tangan yang lambat dan gemulai, merupakan ciri khas dari tarian Serimpi. Tarian srimpi sangopati karya Pakubuwono IX ini, sebenarnya merupakan tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788-1820 dengan nama Srimpi sangopati kata sangapati itu sendiri berasal dari kata “sang apati” sebuah sebutan bagi calon pengganti raja. Tarian ini melambangkan bekal untuk kematian (dari arti Sangopati) diperuntukan kepada Belanda.
Sesungguhnya sajian tarian jawa srimpi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai sebuah hiburan semata, akan tetapi sesungguhnya sajian tersebut dimaksudkan sebagai bekal bagi kematian Belanda, karena kata sangopati itu berarti bekal untuk mati. Oleh sebab itu pistol-pistol yang dipakai untuk menari sesungguhnya diisi dengan peluru yang sebenarnya. Ini dimaksudkan apabila kegagalan, maka para penaripun telah siap mengorbankan jiwanya. Maka ini tampak jelas dalam pemakaian “sampir” warna putih yang berarti kesucian dan ketulusan.
Tarian ini  sengaja di tarikan  sebagai salah satu bentuk politik untuk menggagalkan perjanjian yang akan diadakan dengan pihak Belanda pada masa itu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar pihak keraton tidak perlu melepaskan daerah pesisir pantai utara dan beberapa hutan jati yang ada, jika perjanjian dimaksudkan bisa digagalkan.
Tarian Serimpi Sangaupati sendiri merupakan tarian yang dilakukan 4 penari wanita dan di tengah-tengah tariannya dengan keempat penari tersebut dengan keahliannya kemudian memberikan minuman keras kepada pihak Belanda dengan memakai gelek inuman.
Ternyata taktik yang dipakai saat sangat efektif, setidaknya bisa mengakibatkan pihak Belanda tidak menyadari kalau dirinya dikelabui. Karena terlanjur terbuai dengan keindahan tarian ditambah lagi dengan semakin banyaknya minuman atau arak yang ditegak maka mereka (Belanda) kemudian mabuk. Buntutnya, perjanjian yang sedianya akan diadakan akhirnya berhasil digagalkan. Dengan gagalnya perjanjian tersebut maka beberapa daerah yang disebutkan diatas dapat diselamatkan.
Namun demikian yang perlu digarisbawahi dalam tarian ini adalah keberanian para prajurit puteri tersebut yang dalam hal ini diwakili oleh penari serimpi itu. Karena jika siasat itu tercium oleh Belanda, maka yang akan menjadi tumbal pertama adalah mereka para penari tersebut.
Boleh dibilang mereka adalah prajurit di barisan depan yang menjadi penentu berhasil dan tidaknya misi menggagalkan perjanjian tersebut. Sehingga untuk mengaburkan misi sebenarnya yang ada dalam tarian tersebut maka nama tari itu disebut dengan Serimpi Sangaupati yang diartikan sebagai sangu pati.
Saat ini Serimpi Sangaupati masih sering ditarikan, namun hanya berfungsi sebagai sebuah tarian hiburan saja. Dan adegan minum arak yang ada dalam tari tersebut masih ada namun hanya dilakukan secara simbol; saja, tidak dengan arak yang sesungguhnya.
Kehalusan dan  kegaiban dari dua tarian agung ini sekarang bisa di lihat oleh masyarakat umum, dan dapat pula di lihat pada pertunjukkan kraton. Tentunya masih banyak lagi tarian – tarian yang terdapat di pulau jawa. Dan di dalam tarian tersebut tentu memiliki makna dan pesan tersendiri. Kita sebagai generasi muda hendaknya mencintai dan melestarikan tarian tradisional yang ada di Indonesia. Dan jangan sampai warisan budaya kita di akui dan di rebut oleh negara lain.

Sumber :
http://djonny.sman1pramb-yog.sch.id/senibudayajawa/tarianjawa.html





Minggu, 06 Februari 2011

metamorfosis kehidupan

Aku. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. namaku Intan Bahari, aku lahir 18 tahun silam, tepatnya di tanggal 23 April. Aku lahir dari keluarga yang sangat disiplin, sebagian besar keluargaku adalah seorang guru. Sementara ayahku seorang pegawai swasta, sedang ibuku seorang ibu rumah tangga, dan kakakku sekarang kuliah di universitas nasional. Sedangkan aku sekarang kuliah di Universitas Gunadarma dengan jurusan Sistem Informasi.
Aku memulai pendidikan dengan mengikuti les, pertama pada saat aku berumur 3tahun aku mengikuti kakakku untuk mengikuti les menari di sanggar persada di kawasan pasar minggu. kemudian ibuku, mendaftarkan aku untuk mengikuti les mengaji di Tpa Al Khairatus Solihin hingga aku tamat membaca Al Quran. Sementara aku juga mengenyam pendidikan dasar di sekolah dasar 08 pejaten barat. Alhamdulillah berkat bimbingan bapak ibu guru juga orang tua, aku berhasil menjadi yang terbaik di SD itu. Selama aku mengenyam pendidikan, aku selalu mendapat peringkat 1. Kemudian aku menyelesaikan pendidikan dasar dengan NEM yang cukup membanggakan orang tua.

Kemudian, aku melanjutkan pendidikan menengah pertama ke SMPN 107. Untuk saringan siswa baru, aku peringkat 30 besar. Di SMP itu aku mendapat banyak sekali ilmu hingga 3 tahun adanya. Lepas dari SMP itu, aku melanjutkan sekolah di SMA 37 Tebet.

Ini pengalaman pertamaku sekolah jauh. Untuk sampai ke sekolah aku harus menaiki 3 angkutan umum yang tentunya itu membutuhkan kocek yang cukup banyak. Di sma aku banyak mendapat ilmu, mendapat teman yang baik, dan mendapatkan guru yang benar benar berbobot.

tiga tahun kemudian aku berhasil lulus dengan nem yang cukup memuaskan. dan melanjutkan studi ke universitas gunadarma